Pages

Kantor Desa

Kantor Desa Lengkong Batu Kecamatan Pakue Utara.

Gedung Desa

Gedung Desa Lengkong Batu Sebagai Tempat Pertemuan dan Sarana Olahraga Bulu Tangkis.

Poskesdes

Poskesdes Sebagai Tempat Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat.

Perkebunan Warga

Perkebunan Kelapa Milik Warga Desa Lengkong Batu.

Jalan Poros Desa Lengkong Batu

Jalan Poros Dusun II Depan Kantor Desa Lengkong Batu.

SELAMAT DATANG DI LITERASI PEMBANGUNAN DESA LENGKONG BATU KECAMATAN PAKUE UTARA-KOLAKA UTARA

Senin, 15 Juni 2026

Harapan Baru dari P2K2 PKH 5 Juni 2026: Bapak Hariyanto Jembatani Akses "Sekolah Rakyat" Berasrama Gratis di Kendari

LENGKONG BATU — Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) yang digelar pada Jumat, 5 Juni 2026 kemarin membawa angin segar dan kebahagiaan luar biasa bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selain menjadi wadah rutin untuk belajar mengenai pengasuhan anak dan pengelolaan keuangan keluarga, pertemuan kali ini menjadi sangat istimewa. Salah satu Pendamping Sosial PKH, Bapak Hariyanto Sitaba, menyampaikan sebuah kabar gembira yang langsung memantik secercah harapan baru bagi masa depan anak-anak pesisir dan pelosok bumi Sulawesi Tenggara.

Kabar Gembira: Hadirnya "Sekolah Rakyat" Berasrama Gratis

Dalam sesi penguatan motivasi pendidikan anak, Bapak Hariyanto Sitaba menekankan bahwa kemiskinan tidak boleh lagi menjadi alasan bagi anak-anak untuk putus sekolah. Beliau memaparkan sebuah program mutakhir yang diinisiasi oleh pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan secara struktural.

"Sekarang sudah ada Sekolah Rakyat, yaitu program pendidikan berasrama gratis yang diinisiasi oleh pemerintah. Program ini dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdapat di Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kota Kendari," ujar Bapak Hariyanto di hadapan para ibu-ibu KPM PKH yang menyimak dengan antusias.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat ini mencakup jenjang pendidikan yang sangat lengkap, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

Fasilitas Penuh: Semua Ditanggung Pemerintah!

Salah satu kekhawatiran terbesar orang tua dari keluarga prasejahtera saat menyekolahkan anak adalah biaya hidup harian, ongkos transportasi, hingga uang buku. Melalui program Sekolah Rakyat ini, seluruh kecemasan tersebut dijawab tuntas oleh pemerintah.

Bapak Hariyanto merinci bahwa anak-anak yang berhasil masuk ke program ini akan mendapatkan fasilitas penuh, antara lain:

  • Pendidikan Gratis: Bebas biaya SPP, uang pangkal, maupun biaya operasional sekolah lainnya dari jenjang SD sampai lulus SMA.
  • Akomodasi Nyaman: Fasilitas asrama yang layak, aman, dan mendidik agar siswa bisa fokus belajar tanpa memikirkan jarak rumah ke sekolah.
  • Kebutuhan Hidup Terpenuhi: Kebutuhan makan, minum, pakaian seragam, hingga perlengkapan belajar mengajar ditanggung seluruhnya selama masa pendidikan.
Kesempatan Emas Memutus Rantai Kemiskinan

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu

Lokasi: Balai BKB Desa Lengkong Batu

Sehat dari Kandungan hingga Lansia

 

Kesehatan adalah fondasi utama kebahagiaan sebuah keluarga. Bergerak dari semangat tersebut, warga kembali memadati area balai desa untuk mengikuti kegiatan Posyandu bulanan yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026 kemarin.

Pelaksanaan Posyandu kali ini terasa sangat istimewa karena menerapkan konsep Posyandu Siklus Hidup (Paripurna). Layanan tidak lagi hanya menyasar bayi dan balita, melainkan menyentuh seluruh fase kehidupan warga: mulai dari janin di dalam kandungan, masa pertumbuhan bayi, usia produktif (dewasa), hingga masa tua (lansia).

Mari kita intip keseruan dan berbagai layanan kesehatan yang dihadirkan kemarin!

1. Pos Ibu Hamil: Mengawal Generasi Sejak dalam Kandungan

Layanan dimulai dari garda terdepan lahirnya generasi penerus bangsa, yaitu para ibu hamil. Pemeriksaan komprehensif diberikan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin tetap optimal.

Di pos ini, para ibu hamil mendapatkan pelayanan berupa:

  • Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dan Berat Badan: Untuk memantau status gizi ibu dan mencegah risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
  • Cek Tekanan Darah & Gula Darah: Sangat krusial untuk mengantisipasi risiko preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan) dan diabetes gestasional.
  • Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD): Untuk mencegah anemia yang bisa berdampak pada risiko pendarahan saat melahirkan.

2. Pos Bayi: Suntikan Imunisasi dan Edukasi Penting untuk Ibu

Area bayi dan balita, seperti biasa, menjadi area yang paling dinamis. Selain agenda rutin penimbangan dan pengukuran tinggi badan untuk deteksi dini stunting, agenda utama kemarin adalah pemberian suntikan imunisasi wajib bagi bayi.

Meskipun diwarnai tangisan riuh anak-anak saat jarum suntik menyentuh lengan atau paha mereka, para orang tua sadar bahwa ini adalah langkah terbaik untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti campak, difteri, dan polio.

Setelah imunisasi, para ibu tidak langsung pulang, melainkan mengikuti Sesi Edukasi Khusus Ibu Bayi yang dipandu oleh bidan desa:

  • Edukasi MPASI Kaya Protein Hewani: Penekanan pada pemberian telur, ikan, atau daging sejak usia 6 bulan demi mengejar tumbuh kembang optimal anak.
  • Edukasi Manajemen KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi): Panduan agar ibu tidak panik jika anak mengalami demam ringan setelah disuntik, lengkap dengan cara kompres dan aturan pemberian obat penurun panas.

3. Pos Dewasa & Lansia: Deteksi Dini Tekanan Darah dan Gula Darah

Memasuki usia produktif hingga usia senja, tantangan kesehatan bergeser pada Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung, dan diabetes. Oleh karena itu, pos pemeriksaan dewasa dan lansia dipadati warga yang ingin melakukan medical check-up mandiri.

Pemeriksaan utama yang dilakukan meliputi:

  • Cek Tekanan Darah (Tensi): Menyaring warga yang berisiko mengalami hipertensi (si pembunuh senyap) agar bisa segera ditangani.
  • Cek Gula Darah Sewaktu: Mendeteksi dini kadar gula berlebih di dalam tubuh akibat pola konsumsi harian.
Bagi warga dewasa dan lansia yang hasil pemeriksaannya menunjukkan angka di atas normal, tim medis Puskesmas langsung memberikan konseling personal mengenai pentingnya membatasi gula, garam, dan minyak (GGM), serta anjuran aktivitas fisik harian dan dianjurkan ke puskesmas setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu

Lokasi: Balai Posyandu Desa Lengkong Batu

Rabu, 13 Mei 2026

Update Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Lengkong Batu Capai 30%, Bentuk Bangunan Mulai Terlihat

 

Lengkong Batu – Langkah besar Desa Lengkong Batu menuju kemandirian ekonomi terus menunjukkan tren positif. Memasuki minggu ini, proyek pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih telah resmi melewati angka progres 30 persen. Jika sebelumnya kita hanya melihat fondasi, kini struktur bangunan mulai berdiri tegak di lokasi.

Progres Lapangan: Dari Fondasi ke Struktur Utama

Pencapaian 30 persen ini menandakan selesainya tahap-tahap berat di bagian dasar. Saat ini, tim di lapangan tengah fokus pada:

  • Pemasangan Tiang Kolom: Struktur utama bangunan sudah mulai berdiri, memberikan gambaran nyata mengenai luas dan bentuk gerai ke depannya.
  • Pengerjaan Dinding Awal: Sebagian sisi bangunan sudah mulai dipasangi bata, menandakan transisi dari konstruksi bawah ke konstruksi atas.
  • Persiapan Sanitasi: Jalur drainase dan instalasi dasar sudah mulai tertata rapi di sekitar area bangunan.

Efisiensi kerja tim pelaksana memastikan bahwa pembangunan tetap berada dalam jalur waktu (on track) yang telah direncanakan sebelumnya.

Dukungan Penuh Kepala Desa: "Ini Kebanggaan Warga"

Melihat perkembangan yang cukup signifikan ini, Kepala Desa Lengkong Batu kembali meninjau lokasi untuk memastikan kualitas pengerjaan. Beliau menyatakan kepuasannya terhadap kecepatan dan ketelitian pembangunan gerai ini.

"Melihat progres yang sudah mencapai 30 persen ini, saya optimis gerai ini akan menjadi ikon baru di desa kita. Ini bukan sekadar toko, tapi pusat ekonomi rakyat. Saya mengajak seluruh warga untuk terus mendukung pembangunan ini, karena pada akhirnya manfaat besarnya akan kembali ke kantong warga sendiri, pemerintah desa juga akan terus mendukung penuh hingga gerai ini beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga" ungkap Kepala Desa Lengkong Batu (Muh. Yunus, S.Sos) dengan penuh semangat.

Dampak yang Mulai Terasa

Meski belum beroperasi, proses pembangunan ini sudah mulai memberikan dampak ekonomi lokal. Material bangunan sebisa mungkin diserap dari penyedia lokal, dan tenaga kerja yang terlibat mayoritas adalah warga dari Desa Lengkong Batu sendiri. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat koperasi sudah bekerja sejak batu pertama diletakkan.

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu


Mengaktifkan Kembali Ronda Malam demi Keamanan Lingkungan

Belakangan ini, lini masa media sosial dan grup WhatsApp warga seringkali dihiasi oleh berita yang kurang menyenangkan yaitu maraknya kasus pencurian. Mulai dari kehilangan motor di teras rumah, pencurian hasil kebun hingga aksi pembobolan hunian saat penghuninya terlelap. Fenomena ini menjadi alarm keras bagi kita semua bahwa keamanan lingkungan tidak bisa lagi dianggap remeh.

Salah satu solusi paling efektif dan telah teruji waktu adalah menghidupkan kembali Ronda Malam. Mengapa di era teknologi ini kita masih butuh ronda? Berikut adalah ulasannya.

 

Mengapa Ronda Tetap Menjadi Benteng Terkuat?

Meskipun banyak rumah kini dilengkapi dengan pagar tinggi dan CCTV, para pelaku kejahatan tetap menemukan celah. Di sinilah peran ronda malam menjadi krusial:

  • Efek Getar (Deterrent Effect): Pencuri biasanya melakukan survei sebelum beraksi. Melihat adanya kerumunan warga yang berjaga di pos atau mendengar suara langkah kaki patroli akan membuat mereka berpikir dua kali untuk masuk ke wilayah tersebut.
  • Respon Cepat (Quick Response): CCTV hanya merekam kejadian, namun tim ronda bisa langsung bertindak saat melihat gerak-gerik mencurigakan sebelum kejahatan benar-benar terjadi.
  • Menutup Titik Buta (Blind Spot): Tidak semua sudut gang terjangkau oleh kamera. Patroli fisik memastikan setiap lorong gelap dan area belakang rumah tetap dalam pengawasan.

Pada malam itu beberapa anggota polsek Pakue juga datang untuk melakukan patroli keliling dan pengecekan pos ronda dan memberikan strategi taktis untuk menghadapi ancaman pencurian:

  1. Patroli Berkala dan Acak: Jangan gunakan waktu patroli yang sama setiap malam. Lakukan patroli di jam-jam rawan (biasanya antara pukul 02.00 hingga 04.30 pagi) dengan rute yang berubah-ubah agar pola jaga tidak mudah dibaca pelaku.
  2. Optimalisasi Alat Komunikasi: Pastikan setiap personil ronda terhubung dalam satu grup koordinasi. Selain kentongan sebagai alarm publik, penggunaan handy talky (HT) atau aplikasi komunikasi real-time sangat membantu koordinasi tanpa suara.
  3. Identifikasi Tamu Asing: Tim ronda harus berani (namun tetap sopan) menanyakan maksud dan tujuan orang asing yang berlalu-lalu di lingkungan warga pada jam yang tidak wajar.
  4. Penerangan yang Cukup: Pastikan lampu-lampu jalan dan area fasilitas umum menyala terang. Area yang gelap adalah sahabat terbaik bagi pencuri.

 

Seringkali, partisipasi menjadi kendala utama. Namun, perlu diingat bahwa keamanan adalah investasi. Lebih baik meluangkan waktu satu malam dalam seminggu untuk meronda, daripada harus menanggung kerugian materil dan trauma psikologis akibat menjadi korban pencurian. Maraknya pencurian adalah tantangan bagi kekompakan kita sebagai warga. Dengan menghidupkan kembali semangat ronda malam, kita tidak hanya melindungi harta benda, tetapi juga membangun kembali rasa saling peduli antar tetangga.

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu

Lokasi: Poskamling Desa Lengkong Batu


Menilik Keseruan P2K2 PKH Setiap Bulan

Bagi Ibu-Ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tanggal pertemuan rutin PKH bukan sekadar tanggal merah di kalender, tapi momen yang paling dinanti. Banyak yang mengira pertemuan PKH hanyalah soal administrasi atau pencairan bantuan, padahal kenyataannya jauh lebih dari itu.

Di balik seragam batik atau baju rapi yang dikenakan para Ibu, ada semangat untuk belajar dan membawa perubahan besar bagi keluarga mereka. Inilah alasan mengapa pertemuan rutin ini menjadi jantung dari keberhasilan Program Keluarga Harapan.

Bukan Sekadar Absensi, Tapi Ajang "Upgrade" Diri

Pertemuan bulanan yang dikenal dengan istilah P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) ini adalah sekolah informal bagi para orang tua. Apa saja sih yang biasanya dibahas?

  • Pendidikan dan Pengasuhan Anak: Di sini, para orang tua diajak berdiskusi cara mendidik anak tanpa kekerasan, memberikan pujian, hingga pentingnya pendidikan anak sejak dini.
  • Pengelolaan Keuangan: Ini adalah modul favorit! Ibu-Ibu belajar cara membedakan antara keinginan dan kebutuhan, serta cara mengelola uang bantuan agar cukup untuk keperluan sekolah dan nutrisi anak.
  • Kesehatan dan Gizi: Membahas pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pencegahan stunting, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah.
  • Perlindungan Anak & Kesejahteraan Sosial: Belajar mengenali hak-hak anak dan cara merawat anggota keluarga yang lansia atau disabilitas dengan penuh kasih sayang.

Ruang Berbagi dan Solidaritas

Selain materi dari Pendamping PKH, pertemuan rutin ini menjadi ruang aman bagi para Ibu untuk saling bercerita. Seringkali, solusi untuk masalah di satu rumah justru ditemukan dari pengalaman Ibu lainnya.

Harapan di Masa Depan

Tujuan akhir dari pertemuan rutin ini adalah Graduasi Mandiri. Harapannya, dengan ilmu yang didapat setiap bulan, para KPM bisa lebih berdaya secara ekonomi dan mental, sehingga suatu saat nanti bisa menyatakan diri mampu dan keluar dari program bantuan untuk membantu keluarga lain yang lebih membutuhkan.

Pesan Pendamping PKH

"Ibu-ibu dan bapak-bapak jangan lupa untuk hadir disetiap pertemuan PKH yang diadakan rutin setiap bulan dan jangan lupa juga untuk selalu datang pemeriksaan kesehatan setiap bulan pada saat posyandu"

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu

Lokasi: Balai Desa Lengkong Batu


Posyandu Terintegrasi Mei 2026 Sehat Bareng dari Balita hingga Lansia


Kegiatan Posyandu pada 5 Mei 2026 bukan sekadar Posyandu balita biasa, melainkan Posyandu Terintegrasi. Artinya, pelayanan kesehatan dibuka untuk seluruh jenjang usia mulai dari bayi, anak-anak, usia produktif, hingga kakek-nenek kita tercinta.

Satu Lokasi, Semua Terlayani

Mengapa dibuat serentak? Tujuannya sederhana: agar kesehatan keluarga bisa dipantau dalam satu waktu. Inilah keseruan yang terjadi kemarin:



1. Area Balita & Anak

Seperti biasa, keceriaan (dan sedikit tangisan drama) mewarnai area penimbangan dan ukur tinggi badan. Selain timbang badan dan ukur tinggi badan untuk pencegahan stunting, bulan Mei ini para kader juga fokus memberikan edukasi mengenai stimulasi motorik anak melalui permainan sederhana di rumah.

Makanan Tambahan (PMT)

Salah satu yang paling ditunggu oleh si kecil adalah sesi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Untuk bulan Mei ini, menu yang disajikan yaitu:

  • Bubur kacang ijo.
  • Potongan buah segar.
  • Sayur mayur dan pisang.

 

2. Pemeriksaan Usia Produktif (Dewasa)

Bagi warga usia 15–60 tahun, pemeriksaan fokus pada deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Kemarin, banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang antre untuk:

  • Cek tekanan darah (tensi).
  • Cek lingkar perut (untuk memantau risiko obesitas sentral).
  • Pemeriksaan gula darah.
  • Konsultasi gaya hidup sehat untuk mencegah hipertensi dan diabetes.

Mengapa Pemeriksaan Rutin Itu Penting?

Seringkali kita baru datang ke puskesmas saat sudah merasa sakit. Padahal, melalui Posyandu yang dilaksanakan tanggal 5 Mei kemarin, kita diingatkan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.

  • Bagi Dewasa: Mendeteksi dini kolesterol atau tensi tinggi berarti mencegah risiko stroke di masa depan.
  • Bagi Lansia: Pemeriksaan rutin membantu menjaga kualitas hidup agar tetap bugar dan mandiri di usia senja.

Jangan lupa simpan kartu kontrol dan buku KIA Anda dengan baik. Pantau terus informasi di grup warga untuk jadwal Posyandu bulan Juni mendatang.

Mari kita budayakan hidup sehat mulai dari langkah kecil: Datang ke Posyandu setiap bulan!

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu

Lokasi: Balai Posyandu Desa Lengkong Batu

Rabu, 22 April 2026

Membangun Generasi Sehat (Minggu, 5 April 2026)

Hari ini, suasana di balai warga terasa lebih cerah dari biasanya. Pada hari Minggu, tanggal 5 April 2026 menandai jadwal rutin kegiatan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), sebuah garis depan kesehatan bagi komunitas kita. Senyum para kader dan tawa anak-anak menjadi latar belakang yang menyemangati pagi ini.

Halo, Ayah dan Bunda!

Kesehatan buah hati adalah investasi terbesar bagi masa depan. Lingkungan kita kembali menghidupkan semangat gotong royong melalui pelaksanaan kegiatan rutin Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

Suasana pagi itu terasa sangat hangat. Sejak pukul 08.00 WIB, para orang tua sudah mulai berdatangan membawa si kecil dengan antusias. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan momen silaturahmi antarwarga demi memastikan tumbuh kembang anak-anak berjalan optimal.

Apa Saja Agenda Hari Ini?

Pelayanan yang diberikan mencakup lima langkah utama yang menjadi standar kesehatan dasar:

  1. Pendaftaran: Pendataan ulang balita dan ibu hamil yang hadir.
  2. Penimbangan & Pengukuran: Ini adalah bagian krusial. Petugas melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta lingkar kepala untuk memantau status gizi secara berkala.
  3. Pencatatan: Semua data dimasukkan ke dalam Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) agar tren pertumbuhan anak terlihat jelas.
  4. Penyuluhan Gizi: Sambil menunggu, para orang tua diberikan edukasi singkat mengenai pentingnya protein hewani dalam mencegah stunting.
  5. Pelayanan Kesehatan: Pemberian vitamin serta konsultasi langsung dengan petugas kesehatan dari Puskesmas setempat, pengecekan tekanan darah dan gula darah bagi orang dewasa dan lansia.


Highlight Spesial: Makanan Tambahan (PMT)

Salah satu yang paling ditunggu oleh si kecil adalah sesi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Untuk bulan April ini, menu yang disajikan sangat menggugah selera namun tetap padat gizi, yaitu:

  • Bubur jagung asin (Barobbo’).
  • Ubi Jalar rebus.
  • Potongan buah segar.
                                    

Mengapa Kehadiran Bunda Sangat Penting?

Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa harus ke Posyandu setiap bulan?" Jawabannya sederhana: Deteksi Dini. Dengan rutin datang ke Posyandu, kita bisa segera mengetahui jika ada grafik pertumbuhan anak yang melambat. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula interaksi gizi yang bisa diberikan. Selain itu, Posyandu juga menjadi ruang bagi ibu hamil untuk memantau kesehatan janin dan mendapatkan suplemen penambah darah.

Terima Kasih, Kader dan Tenaga Kesehatan!

Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada para kader Posyandu yang telah bekerja keras mempersiapkan acara, serta tenaga medis yang sabar menjawab setiap kekhawatiran orang tua.

Sampai jumpa di kegiatan Posyandu bulan depan! Mari bersama-sama wujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas.

 

Jangan lupa bawa Buku KIA setiap kunjungan, ya!

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu

Lokasi: Balai Posyandu Desa Lengkong Batu