Pages

Kantor Desa

Kantor Desa Lengkong Batu Kecamatan Pakue Utara.

Gedung Desa

Gedung Desa Lengkong Batu Sebagai Tempat Pertemuan dan Sarana Olahraga Bulu Tangkis.

Poskesdes

Poskesdes Sebagai Tempat Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat.

Perkebunan Warga

Perkebunan Kelapa Milik Warga Desa Lengkong Batu.

Jalan Poros Desa Lengkong Batu

Jalan Poros Dusun II Depan Kantor Desa Lengkong Batu.

Rabu, 13 Mei 2026

Update Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Lengkong Batu Capai 30%, Bentuk Bangunan Mulai Terlihat

 

Lengkong Batu – Langkah besar Desa Lengkong Batu menuju kemandirian ekonomi terus menunjukkan tren positif. Memasuki minggu ini, proyek pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih telah resmi melewati angka progres 30 persen. Jika sebelumnya kita hanya melihat fondasi, kini struktur bangunan mulai berdiri tegak di lokasi.

Progres Lapangan: Dari Fondasi ke Struktur Utama

Pencapaian 30 persen ini menandakan selesainya tahap-tahap berat di bagian dasar. Saat ini, tim di lapangan tengah fokus pada:

  • Pemasangan Tiang Kolom: Struktur utama bangunan sudah mulai berdiri, memberikan gambaran nyata mengenai luas dan bentuk gerai ke depannya.
  • Pengerjaan Dinding Awal: Sebagian sisi bangunan sudah mulai dipasangi bata, menandakan transisi dari konstruksi bawah ke konstruksi atas.
  • Persiapan Sanitasi: Jalur drainase dan instalasi dasar sudah mulai tertata rapi di sekitar area bangunan.

Efisiensi kerja tim pelaksana memastikan bahwa pembangunan tetap berada dalam jalur waktu (on track) yang telah direncanakan sebelumnya.

Dukungan Penuh Kepala Desa: "Ini Kebanggaan Warga"

Melihat perkembangan yang cukup signifikan ini, Kepala Desa Lengkong Batu kembali meninjau lokasi untuk memastikan kualitas pengerjaan. Beliau menyatakan kepuasannya terhadap kecepatan dan ketelitian pembangunan gerai ini.

"Melihat progres yang sudah mencapai 30 persen ini, saya optimis gerai ini akan menjadi ikon baru di desa kita. Ini bukan sekadar toko, tapi pusat ekonomi rakyat. Saya mengajak seluruh warga untuk terus mendukung pembangunan ini, karena pada akhirnya manfaat besarnya akan kembali ke kantong warga sendiri, pemerintah desa juga akan terus mendukung penuh hingga gerai ini beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga" ungkap Kepala Desa Lengkong Batu (Muh. Yunus, S.Sos) dengan penuh semangat.

Dampak yang Mulai Terasa

Meski belum beroperasi, proses pembangunan ini sudah mulai memberikan dampak ekonomi lokal. Material bangunan sebisa mungkin diserap dari penyedia lokal, dan tenaga kerja yang terlibat mayoritas adalah warga dari Desa Lengkong Batu sendiri. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat koperasi sudah bekerja sejak batu pertama diletakkan.

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu


Mengaktifkan Kembali Ronda Malam demi Keamanan Lingkungan

Belakangan ini, lini masa media sosial dan grup WhatsApp warga seringkali dihiasi oleh berita yang kurang menyenangkan yaitu maraknya kasus pencurian. Mulai dari kehilangan motor di teras rumah, pencurian hasil kebun hingga aksi pembobolan hunian saat penghuninya terlelap. Fenomena ini menjadi alarm keras bagi kita semua bahwa keamanan lingkungan tidak bisa lagi dianggap remeh.

Salah satu solusi paling efektif dan telah teruji waktu adalah menghidupkan kembali Ronda Malam. Mengapa di era teknologi ini kita masih butuh ronda? Berikut adalah ulasannya.

 

Mengapa Ronda Tetap Menjadi Benteng Terkuat?

Meskipun banyak rumah kini dilengkapi dengan pagar tinggi dan CCTV, para pelaku kejahatan tetap menemukan celah. Di sinilah peran ronda malam menjadi krusial:

  • Efek Getar (Deterrent Effect): Pencuri biasanya melakukan survei sebelum beraksi. Melihat adanya kerumunan warga yang berjaga di pos atau mendengar suara langkah kaki patroli akan membuat mereka berpikir dua kali untuk masuk ke wilayah tersebut.
  • Respon Cepat (Quick Response): CCTV hanya merekam kejadian, namun tim ronda bisa langsung bertindak saat melihat gerak-gerik mencurigakan sebelum kejahatan benar-benar terjadi.
  • Menutup Titik Buta (Blind Spot): Tidak semua sudut gang terjangkau oleh kamera. Patroli fisik memastikan setiap lorong gelap dan area belakang rumah tetap dalam pengawasan.

Pada malam itu beberapa anggota polsek Pakue juga datang untuk melakukan patroli keliling dan pengecekan pos ronda dan memberikan strategi taktis untuk menghadapi ancaman pencurian:

  1. Patroli Berkala dan Acak: Jangan gunakan waktu patroli yang sama setiap malam. Lakukan patroli di jam-jam rawan (biasanya antara pukul 02.00 hingga 04.30 pagi) dengan rute yang berubah-ubah agar pola jaga tidak mudah dibaca pelaku.
  2. Optimalisasi Alat Komunikasi: Pastikan setiap personil ronda terhubung dalam satu grup koordinasi. Selain kentongan sebagai alarm publik, penggunaan handy talky (HT) atau aplikasi komunikasi real-time sangat membantu koordinasi tanpa suara.
  3. Identifikasi Tamu Asing: Tim ronda harus berani (namun tetap sopan) menanyakan maksud dan tujuan orang asing yang berlalu-lalu di lingkungan warga pada jam yang tidak wajar.
  4. Penerangan yang Cukup: Pastikan lampu-lampu jalan dan area fasilitas umum menyala terang. Area yang gelap adalah sahabat terbaik bagi pencuri.

 

Seringkali, partisipasi menjadi kendala utama. Namun, perlu diingat bahwa keamanan adalah investasi. Lebih baik meluangkan waktu satu malam dalam seminggu untuk meronda, daripada harus menanggung kerugian materil dan trauma psikologis akibat menjadi korban pencurian. Maraknya pencurian adalah tantangan bagi kekompakan kita sebagai warga. Dengan menghidupkan kembali semangat ronda malam, kita tidak hanya melindungi harta benda, tetapi juga membangun kembali rasa saling peduli antar tetangga.

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu

Lokasi: Poskamling Desa Lengkong Batu


Menilik Keseruan P2K2 PKH Setiap Bulan

Bagi Ibu-Ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tanggal pertemuan rutin PKH bukan sekadar tanggal merah di kalender, tapi momen yang paling dinanti. Banyak yang mengira pertemuan PKH hanyalah soal administrasi atau pencairan bantuan, padahal kenyataannya jauh lebih dari itu.

Di balik seragam batik atau baju rapi yang dikenakan para Ibu, ada semangat untuk belajar dan membawa perubahan besar bagi keluarga mereka. Inilah alasan mengapa pertemuan rutin ini menjadi jantung dari keberhasilan Program Keluarga Harapan.

Bukan Sekadar Absensi, Tapi Ajang "Upgrade" Diri

Pertemuan bulanan yang dikenal dengan istilah P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) ini adalah sekolah informal bagi para orang tua. Apa saja sih yang biasanya dibahas?

  • Pendidikan dan Pengasuhan Anak: Di sini, para orang tua diajak berdiskusi cara mendidik anak tanpa kekerasan, memberikan pujian, hingga pentingnya pendidikan anak sejak dini.
  • Pengelolaan Keuangan: Ini adalah modul favorit! Ibu-Ibu belajar cara membedakan antara keinginan dan kebutuhan, serta cara mengelola uang bantuan agar cukup untuk keperluan sekolah dan nutrisi anak.
  • Kesehatan dan Gizi: Membahas pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pencegahan stunting, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah.
  • Perlindungan Anak & Kesejahteraan Sosial: Belajar mengenali hak-hak anak dan cara merawat anggota keluarga yang lansia atau disabilitas dengan penuh kasih sayang.

Ruang Berbagi dan Solidaritas

Selain materi dari Pendamping PKH, pertemuan rutin ini menjadi ruang aman bagi para Ibu untuk saling bercerita. Seringkali, solusi untuk masalah di satu rumah justru ditemukan dari pengalaman Ibu lainnya.

Harapan di Masa Depan

Tujuan akhir dari pertemuan rutin ini adalah Graduasi Mandiri. Harapannya, dengan ilmu yang didapat setiap bulan, para KPM bisa lebih berdaya secara ekonomi dan mental, sehingga suatu saat nanti bisa menyatakan diri mampu dan keluar dari program bantuan untuk membantu keluarga lain yang lebih membutuhkan.

Pesan Pendamping PKH

"Ibu-ibu dan bapak-bapak jangan lupa untuk hadir disetiap pertemuan PKH yang diadakan rutin setiap bulan dan jangan lupa juga untuk selalu datang pemeriksaan kesehatan setiap bulan pada saat posyandu"

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu

Lokasi: Balai Desa Lengkong Batu


Posyandu Terintegrasi Mei 2026 Sehat Bareng dari Balita hingga Lansia


Kegiatan Posyandu pada 5 Mei 2026 bukan sekadar Posyandu balita biasa, melainkan Posyandu Terintegrasi. Artinya, pelayanan kesehatan dibuka untuk seluruh jenjang usia mulai dari bayi, anak-anak, usia produktif, hingga kakek-nenek kita tercinta.

Satu Lokasi, Semua Terlayani

Mengapa dibuat serentak? Tujuannya sederhana: agar kesehatan keluarga bisa dipantau dalam satu waktu. Inilah keseruan yang terjadi kemarin:



1. Area Balita & Anak

Seperti biasa, keceriaan (dan sedikit tangisan drama) mewarnai area penimbangan dan ukur tinggi badan. Selain timbang badan dan ukur tinggi badan untuk pencegahan stunting, bulan Mei ini para kader juga fokus memberikan edukasi mengenai stimulasi motorik anak melalui permainan sederhana di rumah.

Makanan Tambahan (PMT)

Salah satu yang paling ditunggu oleh si kecil adalah sesi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Untuk bulan Mei ini, menu yang disajikan yaitu:

  • Bubur kacang ijo.
  • Potongan buah segar.
  • Sayur mayur dan pisang.

 

2. Pemeriksaan Usia Produktif (Dewasa)

Bagi warga usia 15–60 tahun, pemeriksaan fokus pada deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Kemarin, banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang antre untuk:

  • Cek tekanan darah (tensi).
  • Cek lingkar perut (untuk memantau risiko obesitas sentral).
  • Pemeriksaan gula darah.
  • Konsultasi gaya hidup sehat untuk mencegah hipertensi dan diabetes.

Mengapa Pemeriksaan Rutin Itu Penting?

Seringkali kita baru datang ke puskesmas saat sudah merasa sakit. Padahal, melalui Posyandu yang dilaksanakan tanggal 5 Mei kemarin, kita diingatkan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.

  • Bagi Dewasa: Mendeteksi dini kolesterol atau tensi tinggi berarti mencegah risiko stroke di masa depan.
  • Bagi Lansia: Pemeriksaan rutin membantu menjaga kualitas hidup agar tetap bugar dan mandiri di usia senja.

Jangan lupa simpan kartu kontrol dan buku KIA Anda dengan baik. Pantau terus informasi di grup warga untuk jadwal Posyandu bulan Juni mendatang.

Mari kita budayakan hidup sehat mulai dari langkah kecil: Datang ke Posyandu setiap bulan!

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu

Lokasi: Balai Posyandu Desa Lengkong Batu

Rabu, 22 April 2026

Membangun Generasi Sehat (Minggu, 5 April 2026)

Hari ini, suasana di balai warga terasa lebih cerah dari biasanya. Pada hari Minggu, tanggal 5 April 2026 menandai jadwal rutin kegiatan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), sebuah garis depan kesehatan bagi komunitas kita. Senyum para kader dan tawa anak-anak menjadi latar belakang yang menyemangati pagi ini.

Halo, Ayah dan Bunda!

Kesehatan buah hati adalah investasi terbesar bagi masa depan. Lingkungan kita kembali menghidupkan semangat gotong royong melalui pelaksanaan kegiatan rutin Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

Suasana pagi itu terasa sangat hangat. Sejak pukul 08.00 WIB, para orang tua sudah mulai berdatangan membawa si kecil dengan antusias. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan momen silaturahmi antarwarga demi memastikan tumbuh kembang anak-anak berjalan optimal.

Apa Saja Agenda Hari Ini?

Pelayanan yang diberikan mencakup lima langkah utama yang menjadi standar kesehatan dasar:

  1. Pendaftaran: Pendataan ulang balita dan ibu hamil yang hadir.
  2. Penimbangan & Pengukuran: Ini adalah bagian krusial. Petugas melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta lingkar kepala untuk memantau status gizi secara berkala.
  3. Pencatatan: Semua data dimasukkan ke dalam Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) agar tren pertumbuhan anak terlihat jelas.
  4. Penyuluhan Gizi: Sambil menunggu, para orang tua diberikan edukasi singkat mengenai pentingnya protein hewani dalam mencegah stunting.
  5. Pelayanan Kesehatan: Pemberian vitamin serta konsultasi langsung dengan petugas kesehatan dari Puskesmas setempat, pengecekan tekanan darah dan gula darah bagi orang dewasa dan lansia.


Highlight Spesial: Makanan Tambahan (PMT)

Salah satu yang paling ditunggu oleh si kecil adalah sesi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Untuk bulan April ini, menu yang disajikan sangat menggugah selera namun tetap padat gizi, yaitu:

  • Bubur jagung asin (Barobbo’).
  • Ubi Jalar rebus.
  • Potongan buah segar.
                                    

Mengapa Kehadiran Bunda Sangat Penting?

Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa harus ke Posyandu setiap bulan?" Jawabannya sederhana: Deteksi Dini. Dengan rutin datang ke Posyandu, kita bisa segera mengetahui jika ada grafik pertumbuhan anak yang melambat. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula interaksi gizi yang bisa diberikan. Selain itu, Posyandu juga menjadi ruang bagi ibu hamil untuk memantau kesehatan janin dan mendapatkan suplemen penambah darah.

Terima Kasih, Kader dan Tenaga Kesehatan!

Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada para kader Posyandu yang telah bekerja keras mempersiapkan acara, serta tenaga medis yang sabar menjawab setiap kekhawatiran orang tua.

Sampai jumpa di kegiatan Posyandu bulan depan! Mari bersama-sama wujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas.

 

Jangan lupa bawa Buku KIA setiap kunjungan, ya!

Ditulis oleh: Admin Website Desa Lengkong Batu

Lokasi: Balai Posyandu Desa Lengkong Batu

 


Selasa, 21 April 2026

Penyaluran Bantuan Pangan BPN Di Desa Lengkong Batu – 20 April 2026

Selumbari, tepatnya pada Senin, 20 April 2026, Pemerintah Desa Lengkong Batu telah selesai melaksanakan amanah penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras dan minyak goreng. Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Badan Pangan Nasional (BPN) dalam upaya menjaga stabilitas pangan dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa ini berjalan dengan tertib dan lancar berkat kerja sama yang baik antara perangkat desa dan tentunya kedisiplinan warga penerima manfaat.

 

Sinergi Pemerintah Pusat hingga Desa

Program ini adalah bukti nyata kehadiran negara hingga ke tingkat akar rumput. BPN melalui instansi terkait menyediakan stok logistik, sementara Pemerintah Desa berperan sebagai garda terdepan dalam memastikan bantuan ini sampai ke tangan yang tepat.

Rincian Bantuan yang Diterima

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terdata dalam basis data terpadu menerima paket berupa:

  • Beras BULOG: 20 Kilogram.
  • Minyak Goreng Kita: 4 Liter.

 

Alur Penyaluran yang Transparan

Pemerintah Desa berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam setiap program bantuan. Berikut adalah alur yang diterapkan pada kegiatan 20 April kemarin:

  1. Verifikasi Data: Warga membawa KTP dan KK asli untuk dicocokkan dengan data undangan dari BPN.
  2. Pemeriksaan Fisik: Sebelum dibawa pulang, warga dipersilakan mengecek kondisi kemasan beras dan minyak goreng.
  3. Dokumentasi Digital: Setiap penerimaan didokumentasikan melalui aplikasi sebagai laporan pertanggungjawaban ke pemerintah pusat.
Momen Menarik di Lapangan
Ada banyak cerita haru yang kami temui sepanjang hari ini. Salah satunya adalah Ibu Hasma, salah satu penerima manfaat.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat pas waktunya. Beras di rumah memang sudah habis, jadi saya tidak perlu khawatir lagi untuk seminggu ke depan," ungkapnya dengan senyum lebar.

 

Catatan Evaluasi Kegiatan

Secara keseluruhan, penyaluran di Desa kita mencatatkan persentase kehadiran 70% pada hari pertama. Bagi warga yang berhalangan hadir karena sakit atau lanjut usia, petugas desa tetap menunggu di kantor desa pada keesokan harinya agar hak warga tetap terpenuhi. 


Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan program ini. Kegiatan hari ini tidak akan berjalan lancar tanpa kerja sama para aparat desa, linmas dan kesabaran para masyarakat dalam menunggu antriannya. Semoga setiap liter minyak dan butiran beras yang tersalurkan membawa keberkahan bagi kita semua. Mari kita terus jaga semangat gotong royong dan kawal bersama program-program pemerintah untuk kemajuan desa kita tercinta. 

Penulis: Admin Website Desa






Rabu, 15 April 2026

Memastikan Tepat Sasaran: Musyawarah Desa Penetapan KPM BLT Dana Desa TA 2026

 


Pemerintah Desa kembali menunjukkan komitmennya dalam transparansi tata kelola keuangan desa. Pada hari ini, telah dilaksanakan
Musyawarah Desa (Musdes) untuk memvalidasi, memverifikasi, dan menetapkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa untuk Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah krusial untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah benar-benar jatuh ke tangan mereka yang paling membutuhkan di lingkungan desa kita.

 

Mengapa Harus Melalui Musyawarah Desa?

Sesuai dengan regulasi terbaru dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 07 Tahun 2026 dan panduan prioritas penggunaan Dana Desa, penetapan penerima bantuan tidak boleh dilakukan secara sepihak oleh kepala desa atau perangkat desa saja.

Melalui Musdessus, setiap usulan nama calon penerima dibahas secara terbuka bersama:

  • Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
  • Tokoh Masyarakat.
  • Kepala Dusun.
  • Perwakilan unsur perempuan dan para kader-kader desa.

Ini bertujuan untuk menghindari adanya "titipan" atau data yang tidak akurat, sehingga tercipta rasa keadilan di tengah masyarakat.

 

Kriteria Penerima KPM BLT Tahun 2026

Berdasarkan kesepakatan nasional dan hasil verifikasi di lapangan, prioritas utama penerima BLT Desa tahun 2026 adalah keluarga yang masuk dalam kategori Miskin Ekstrem. Secara spesifik, kriteria yang digunakan meliputi:

  1. Kehilangan Mata Pencaharian: Keluarga yang kehilangan pekerjaan utama.
  2. Keluarga Rentan Sakit: Mempunyai anggota keluarga yang sakit menahun atau kronis.
  3. Lansia Tunggal: Anggota rumah tangga tunggal lanjut usia.
  4. Disabilitas: Mempunyai anggota keluarga penyandang disabilitas.
  5. Perempuan Kepala Keluarga: Dari keluarga dengan kategori miskin.
  6. Belum Menerima Bansos Lain: Tidak terdaftar sebagai penerima PKH, BPNT, atau bantuan sosial pemerintah lainnya agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran.

 

Besaran dan Skema Penyaluran

Berdasarkan keputusan musyawarah, setiap KPM yang telah ditetapkan akan menerima bantuan sebesar: Rp. 300.000 per bulan

Bantuan ini akan disalurkan selama 12 bulan (Januari hingga Desember 2026). Mekanisme penyaluran diutamakan secara Tunai (Cash) melalui penerimaan langsung kepada peserta BLT yang bersangkutan dengan disaksikan oleh berbagai pihak.

 

Hasil Keputusan Musyawarah

Dari hasil verifikasi data yang cukup dinamis, Musyawarah Desa hari ini telah menyepakati:

  • Jumlah Total KPM: 04 (Empat) KK.
  • Status Data: Data telah divalidasi dan akan dituangkan dalam Peraturan Kepala Desa (Perkades).

Daftar nama penerima akan segera dipublikasikan di papan pengumuman kantor desa dan media sosial resmi desa agar masyarakat luas dapat ikut mengawasi jalannya program ini.

 

Penutup: Mari Kita Kawal Bersama

Transparansi adalah fondasi dari kepercayaan. Kami mengajak seluruh warga untuk terus mengawal pelaksanaan program BLT ini. Jika di kemudian hari ditemukan KPM yang dianggap sudah mampu atau tidak layak menerima bantuan, warga dapat melaporkannya melalui saluran pengaduan desa untuk ditindaklanjuti pada evaluasi triwulan mendatang.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan masukan dalam musyawarah ini.

 

SELAMAT DATANG DI LITERASI PEMBANGUNAN DESA LENGKONG BATU KECAMATAN PAKUE UTARA-KOLAKA UTARA